ID Realita – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai bersiap menyambut arus mudik Lebaran 2024. Untuk menunjang agenda tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan dana segar sebesar Rp4 miliar dari APBD 2024 khusus untuk perbaikan infrastruktur jalan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Temanggung, Khamim Gunardi, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem belakangan ini memperparah kondisi jalan. Menurut pengamatannya, air hujan yang terus-menerus mengikis aspal mengakibatkan permukaan jalan mengelupas, bergelombang, hingga memicu lubang-lubang yang membahayakan pengendara.
“Kami hari ini mulai memelihara sejumlah ruas jalan utama sebagai persiapan mudik, salah satunya di ruas Geneng-Maron ini. Petugas kami di lapangan harus mengeruk sisa material pada lubang jalan sebelum akhirnya menambal kembali dengan aspal baru,” ujar Khamim kepada awak media, Rabu (27/3/2024).
Target Kejar Tayang Sebelum Lebaran
Demi menjamin kelancaran arus mudik, Khamim memberikan instruksi tegas kepada setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayahnya. Sesuai rencana, masing-masing UPT memegang tanggung jawab untuk memperbaiki empat hingga lima ruas jalan prioritas secara serentak.
Selain itu, Khamim mematok target waktu yang cukup ketat bagi para petugas lapangan. Ia mewajibkan seluruh pekerjaan fisik rampung setidaknya lima hari sebelum hari raya Idulfitri (H-5). Tujuannya, agar masyarakat dapat melintasi wilayah Temanggung dengan rasa aman dan nyaman tanpa khawatir terjebak lubang jalan.
Khusus untuk proyek di jalur Geneng-Maron, pemerintah tidak hanya melakukan pemeliharaan rutin. Lebih jauh lagi, DPUPR telah menganggarkan dana sebesar Rp10 miliar untuk proyek rekonstruksi jalan pada tahun ini. Proyek besar tersebut bertujuan memperkuat struktur jalan agar lebih tahan terhadap beban kendaraan dan cuaca buruk di masa mendatang.
Jalur Poros Tengah Sebagai Solusi Kemacetan
Di sisi lain, peran strategis Kabupaten Temanggung sebagai jalur poros tengah menjadi alasan utama percepatan proyek ini. Khamim menjelaskan bahwa jalur tersebut memiliki fungsi vital untuk mengurai kepadatan kendaraan di Jalur Pantura dan Jalur Selatan Jawa yang sering kali mengalami kemacetan parah saat musim mudik.
Oleh karena itu, kondisi aspal yang mulus di Temanggung akan sangat membantu distribusi kendaraan dari berbagai daerah. Dengan selesainya perbaikan ini tepat waktu, para pemudik memiliki jalur alternatif yang lebih efisien dan terawat. Namun demikian, Khamim tetap mengimbau agar para pengendara selalu waspada dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas, terutama saat melintasi area yang baru saja selesai diperbaiki.
