ID Realita – Bek tangguh Timnas Indonesia, Elkan Baggott, hampir saja mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Argentina. Pemain bertubuh jangkung tersebut nyaris membobol gawang Emiliano Martinez, sang kiper terbaik Piala Dunia 2022. Momen dramatis itu terjadi dalam laga persahabatan internasional yang mempertemukan skuat Garuda dengan sang juara dunia.

Peluang emas tersebut muncul pada awal babak kedua melalui skema bola mati yang menjadi ciri khas Indonesia. Elkan Baggott berhasil menyambut bola hasil lemparan ke dalam maut dari Pratama Arhan. Dengan cerdik, Baggott meneruskan bola tersebut menggunakan sundulan kepala yang mengarah tepat ke sudut gawang. Namun, Emiliano Martinez menunjukkan kelasnya dengan menggagalkan peluang tersebut sambil menjatuhkan badan secara akrobatik.

Bagi Baggott, laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini terasa sangat spesial karena menjadi debut resminya di stadion kebanggaan rakyat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya berusaha memenangkan duel udara ketika melihat bola meluncur ke arahnya. Beruntung, koordinasinya dengan Arhan berjalan sangat mulus sehingga menciptakan ancaman nyata bagi pertahanan La Albiceleste.

“Sundulan itu akhirnya menjadi shot on target. Saya mendapatkan dukungan luar biasa dari lemparan Pratama Arhan. Saat itu, saya hanya mencoba melakukan kontak sebaik mungkin dengan bola,” ujar Elkan Baggott melalui laman resmi PSSI, Selasa (20/6/2023).

Selain ancaman dari sundulan Baggott, pertahanan Argentina sebenarnya sempat goyah pada akhir babak pertama. Ivar Jenner melepaskan sambaran cepat yang mengejutkan barisan belakang lawan. Meski demikian, kiper Aston Villa tersebut kembali sigap menghalau bola dan menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Baggott mengaku tetap bangga meski Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 0-2. Menurutnya, seluruh pemain telah berjuang maksimal menahan gempuran para bintang dunia. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada puluhan ribu suporter yang memenuhi stadion sejak sore hari.

“Kami tentu sangat senang bisa mendapatkan pengalaman bermain melawan Argentina. Meskipun hasil belum memihak Indonesia, kami telah memberikan perlawanan yang luar biasa,” tambah Baggott dengan nada optimis.

Pertandingan bersejarah ini berakhir lewat dua gol yang bersarang di gawang Ernando Ari. Leandro Paredes membuka keunggulan Argentina melalui tendangan jarak jauh pada menit ke-38. Selanjutnya, Cristian Romero memperlebar jarak skor lewat sundulan tajam pada menit ke-55. Kekalahan ini tetap menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan mental dan taktik skuat Garuda di masa depan.