ID Realita – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati menggelar aksi bersih-bersih lingkungan secara besar-besaran di kawasan pesisir Juwana. Bersama instansi maritim dan warga setempat, mereka menyisir sampah di kawasan Pelabuhan Perikanan Bajomulyo serta alur Sungai Silugonggo pada Sabtu, 27 Mei 2023.
Strategi Pembersihan Jalur Air
Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, memimpin langsung jalannya aksi peduli lingkungan tersebut.
Menurutnya, tumpukan sampah yang mengapung di alur sungai sudah sangat mengganggu kelancaran lalu lintas transportasi air. Oleh karena itu, pihaknya mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi kemacetan kapal nelayan di muara sungai.
“Kami bekerja sama dengan instansi Maritim Juwana dan warga untuk mengangkut sampah yang menghalangi jalur transportasi sungai,” ujar Hendrik.
Dalam aksi ini, Satpolairud mengerahkan armada yang cukup lengkap, mulai dari tiga unit kapal tambangan hingga satu unit truk sampah (dump truck). Selain itu, petugas membagi seluruh personel menjadi dua kelompok kerja utama agar pembersihan berjalan lebih efektif.
Pembagian Zona Kerja
Kelompok pertama bertugas menyisir alur Sungai Silugonggo menggunakan kapal tambangan untuk mengambil sampah-sampah plastik yang hanyut.
Sementara itu, kelompok kedua fokus membersihkan area daratan di sepanjang jalan utama. Targetnya, mereka membersihkan mulai dari depan Pos TNI AL Juwana hingga kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) I Bajomulyo.
Setelah itu, petugas mengumpulkan seluruh sampah yang telah mereka pungut ke satu titik penampungan sementara.
“Kami kemudian mengangkut sampah-sampah tersebut menggunakan truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar tidak kembali mencemari laut,” jelas Hendrik.
Maka dari itu, koordinasi antar-unit menjadi kunci utama agar volume sampah yang besar dapat tertangani dalam waktu singkat.
Edukasi dan Larangan Buang Sampah
Di sisi lain, jajaran Satpolairud tidak hanya sekadar membersihkan fisik lingkungan. Mereka juga aktif memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Sebab, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi penyebab utama pendangkalan dan pencemaran di wilayah pelabuhan.
Tito meminta masyarakat agar menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai. Apalagi, Sungai Silugonggo merupakan urat nadi ekonomi bagi ribuan nelayan di Kabupaten Pati.
Akhirnya, aksi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh pelaku industri perikanan. Oleh sebab itu, patroli kebersihan akan menjadi agenda rutin guna memastikan jalur pelayaran tetap bersih dari hambatan sampah.
