ID Realita – Kementerian Agama resmi memulai tahap pelunasan biaya haji reguler mulai hari ini hingga 5 Mei 2023 mendatang. Langkah ini menyasar total 203.320 kuota jemaah. Angka tersebut mencakup 201.063 jemaah haji reguler, 685 pembimbing KBIHU, serta 1.572 petugas haji daerah (PHD).
Melalui keterangan resmi, Direktur Bina Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab, merinci komposisi kuota tersebut. Secara spesifik, 201.063 kuota jemaah haji reguler terdiri dari jemaah lunas tunda, jemaah alokasi keberangkatan 2023, jemaah lanjut usia (lansia) prioritas, dan jemaah berstatus cadangan.
Pembagian Kelompok Jemaah Lunas Tunda
Saiful Mujab mengelompokkan jemaah haji reguler lunas tunda ke dalam tiga kategori utama. Pertama, jemaah yang lunas tunda sebelum tahun 2020. Kedua, jemaah yang lunas tunda pada tahun 2020. Terakhir, kelompok jemaah yang lunas tunda pada tahun 2022.
Jemaah kategori lunas tunda sebelum tahun 2020 wajib membayar selisih biaya haji. Dalam hal ini, jemaah perlu menghitung selisih antara besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi dengan total setoran lunas serta saldo virtual account.
“Jemaah haji lunas tunda tahun 2020 dan 2022 cukup mengonfirmasi pelunasan di Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih. Setelah itu, mereka wajib melapor ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota setempat,” jelas Saiful pada Selasa (11/4/2023).
Ketentuan Khusus dan Waktu Pelayanan
Namun demikian, aturan berbeda berlaku bagi jemaah lunas tunda 2020 dan 2022 yang pernah mengambil kembali setoran pelunasannya. Saiful menegaskan bahwa kelompok ini tetap harus menyetor selisih biaya Bipih sesuai embarkasi masing-masing.
Lebih lanjut, jemaah harus memproses pembayaran ini pada BPS Bipih yang sama saat menyetor dana awal. Jika bank tersebut sudah tidak beroperasi, jemaah dapat mendatangi BPS Bipih pengganti yang telah mengantongi izin pemerintah.
Mengenai jadwal operasional, perbankan melayani waktu pelunasan Bipih mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Jemaah perlu menuntaskan kewajiban ini sebelum batas waktu berakhir agar proses administrasi keberangkatan berjalan lancar.
Pada akhirnya, percepatan pelunasan ini membantu Kemenag menyiapkan dokumen perjalanan dan visa jemaah lebih awal. Pemerintah mengimbau para jemaah agar terus menjaga kesehatan fisik sebelum jadwal keberangkatan ke tanah suci tiba.
