ID Realita – Ratusan warga Dukuh Mbongkar, Desa Klumpit, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, kini dapat bernapas lega. Polresta Pati memulai pembangunan jembatan baru untuk menggantikan akses utama desa yang terputus total akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu.
Peristiwa ambrolnya jembatan ini terjadi pada Rabu (4/2/2026). Arus banjir yang sangat deras membawa material pohon tumbang hingga menghantam struktur jembatan. Akibatnya, sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 200 jiwa sempat terisolasi karena kehilangan akses transportasi utama menuju pusat desa maupun fasilitas umum.
Kepala Desa Klumpit, Agus Susanto, menjelaskan kronologi kerusakan infrastruktur tersebut kepada awak media. Ia menyebutkan bahwa hantaman pohon menjadi penyebab utama runtuhnya jembatan.
“Akhirnya pohon itu berdampak ke jembatan. Saat ini ada 100 kepala keluarga (KK) yang terdampak dengan total sekitar 200 jiwa,” terang Agus Susanto saat meninjau lokasi.
Putusnya jembatan ini memaksa warga mencari jalur alternatif yang sangat jauh. Sebagian warga bahkan harus memutar hingga 20 kilometer melewati kecamatan lain hanya untuk mencapai balai desa. Anak-anak sekolah dan petani yang hendak mengangkut hasil panen pun merasakan dampak serupa, di mana biaya operasional membengkak karena jarak tempuh yang tidak masuk akal.
Salah satu warga, Siti, menceritakan perjuangannya saat harus menyeberangi sungai secara manual. Ia mengaku sempat terjatuh ketika berusaha melintasi arus air demi mempersingkat waktu.
“Maka kami bersyukur begitu tahu Polresta Pati membangun jembatan ini lagi. Karena memang penting bagi kami,” ungkap Siti dengan nada lega.
Merespons penderitaan warga, Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, langsung menginstruksikan jajarannya untuk membangun kembali jembatan tersebut. Pihak kepolisian bekerja sama dengan TNI dan unsur terkait lainnya guna mempercepat proses pembangunan fisik jembatan agar aktivitas ekonomi warga segera pulih.
Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap kesulitan masyarakat di pelosok daerah. Ia menargetkan jembatan permanen ini akan selesai dalam waktu dekat agar mobilitas warga kembali normal.
“Kami berharap nantinya bisa segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandas Jaka Wahyudi di sela-sela peninjauan proyek.
Pembangunan jembatan baru ini memberikan harapan baru bagi warga Desa Klumpit. Dengan akses yang kembali tersambung, warga tidak perlu lagi bertaruh nyawa menyeberangi sungai atau mengeluarkan ongkos lebih untuk menempuh jalur memutar yang jauh.
