ID Realita – Warga RT 03 RW 03 Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, menerima bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun, mereka menilai program ini bermasalah. Pemerintah telah mengirim material sejak Agustus 2025, tetapi warga masih menahan pembangunan rumah.
Desa sebelumnya memberi tahu penerima bantuan bahwa pemerintah menyalurkan Rp20 juta, dengan Rp2 juta untuk tukang, Rp2 juta untuk administrasi, dan Rp16 juta untuk membeli material. Carik Desa Cabak menyampaikan rincian tersebut langsung kepada warga.
“Carik Desa Cabak menjelaskan kepada saya bahwa pemerintah memberikan bantuan dua puluh juta. Katanya, dua juta untuk tukang, dua juta untuk administrasi, dan enam belas juta untuk material,” ujar seorang penerima bantuan yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (4/2/2026).
Berdasarkan catatan warga, pemerintah mulai mengirim material pada Agustus 2025. Saat menerima 40 batang besi ukuran 8, 10 sak semen, 7 lem hebel, 10 kubik hebel, 1 kubik Kris, dan 100 bata ompak, warga langsung membandingkan dengan janji awal senilai Rp16 juta dan memperkirakan nilai total material hanya sekitar Rp13 juta.
Warga menilai bahwa material yang mereka terima memiliki kualitas buruk. Semen yang dikirim sudah membatu sehingga mereka tidak bisa menggunakannya, lumut menutupi bata ompak, dan rayap merusak papan cor. Setelah menerima bantuan, warga meninjau semua material dan segera menilai semuanya rusak parah. Semen membatu sehingga tidak bisa mereka pakai, lumut menutupi bata ompak, dan rayap merusak papan cor.
Selain itu, pembangunan rumah tertunda karena desa belum mengirim pasir sebagai bahan utama. “Pemerintah desa belum mengirim pasir, sehingga kami menunda pembangunan rumah,” jelas penerima bantuan.
Kondisi tersebut memicu warga mempertanyakan transparansi anggaran, mekanisme pengadaan material, dan pengawasan program RTLH. Penemima bantuan meminta pemerintah desa dan instansi terkait memberikan penjelasan serta evaluasi agar program RTLH benar-benar membantu masyarakat kurang mampu.
Wartawan telah menghubungi Suroto melalui WhatsApp, namun hingga berita ini tayang, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.
